Sekelumit Kisah Setelah Pulang Lomba Science Project

Ajang lomba karya ilmiah seperti LPIR, OPSI dan ISPO memang memberikan cerita tersendiri bagi para pesertanya. Meski di ajang-ajang tersebut mereka bersaing untuk menjadi yang terbaik, tapi hal itu tidak membuat mereka jadi saling bermusuhan, malah mereka berlomba juga untuk mendapatkan teman banyak, bahkan ada juga yang mengalami cinta lokasi.

Memang ajang seperti ini yang biasanya memakan waktu hampir selama seminggu banyak menyisakan kenangan-kenangan manis bagi para pesertanya. Tidak heran ketika malam terakhir di hotel banyak yang mengadakan acara perpisahan, disitu mereka saling bertukar cerita, merayakan kemenangan teman, dan bahkan ada yang menangis berjamaah karena besok sudah harus kembali ke kota masing-masing dan beraktivitas seperti biasa (sekolah)
Nah, begitu sudah berada di kota masing-masing, ada fenomena lucu dan sama pada status facebook mereka, rata-rata mereka menulis status seperti ini:

1. Pulang lomba PR bejibun .. duh pengen balik lagi ke lomba deh.
2. Kangen sama temen2 lomba, kapan ya bisa ketemu mereka lagi?
3. Males sekolah, pengen balik ke lomba aja, bisa nginep di hotel gratis, bisa jalan2 gratis n banyak temen baru gratis pula
4. Argh, besok ulangan susulan banyak banget gara2 aku tinggal lomba

Itu dia, beberapa status yg paling banyak ditulis oleh anak2 yg baru pulang dari lomba.

Tapi apapun konsekuensi dari lomba, baik menang maupun kalah, baik setelah itu merkea harus berhadapan denga pelajaran yg tertinggal, ulangan susulan dan PR yang bejibun, itu semua tidak menyurutkan niat para remaja Indonesia untuk terus meneliti, menjadi ilmuwan muda yang bisa menjadi kebanggaan bangsa :)

Peningkatan Citra Positif PLN melalui Sahabat PLN

PLN merupakan suatu perusahaan BUMN Indonesia yang bergerak di bidang jasa pelayanan listrik.  Sebagai perusahaan penyedia jasa listrik, PLN memiliki sekitar 47,5 juta pelanggan di Indonesia (Pitakasari, AR, Republika Online 2012). Tentunya dengan banyaknya pelanggan serta luasnya wilayah yang dilayani, PLN banyak menemui kendala baik itu masalah teknis maupun non teknis (eks: sosial). Kendala-kendala tersebut menyebabkan citra positif PLN menurun di mata masyarakat.

Permasalahan yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat mengenai kinerja PLN salah satunya adalah mengenai pemadaman. Seringkali kita baca di media mengenai keluhan masyarakat akan pemadaman tersebut. Tak hanya masalah pemadaman, masalah seperti calo listrik, kebakaran akibat konsleting listrik, BBM dan ganti rugi tanah pun selalu menghampiri perusahaan ini.

Solusi-solusi cerdas dan peningkatan kualitas kinerja telah dilakukan oleh PLN guna mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada. Namun hal tersebut nampaknya belum terlalu memberikan efek yang signifikan bagi perbaikan citra PLN di masyarakat. Rupanya trauma akan perihal seperti pemadaman masih berbekas di masyarakat yang menimbulkan sulitnya untuk membangun citra baik PLN.

Lalu harus bagaimana kah?

Dalam artikel ini, Penulis mencoba menyampaikan ide sebagai suatu solusi dalam usaha meningkatkan citra positif perusahaan tempat penulis bekerja. Adalah program Sahabat PLN yang ingin Penulis share. Sahabat PLN merupakan sebuah program dimana PLN melibatkan masyarakat langsung (dalam konteks ini: Siswa SMA dan Mahasiswa) dalam rangka meningkatkan citra positif PLN.

Melalui program ini PLN mengajak segenap pemuda-pemuda sebagai Sahabat PLN untuk ikut andil dalam mempromosikan peningkatan layanan dan kualitas PLN. Dengan memberikan pelatihan dan workshop mengenai layanan kelistrikan (dasar) kepada Sahabat PLN tersebut, dimana nantinya mereka akan bergabung dengan Brand Ambassador PLN terjun ke masyarakat untuk memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat.

Belajar dari penyelenggaraan sebuah event internasional di Singapura, dimana pemuda-pemudanya diajak berpartisipasi langsung menjadi sumber informasi bagi pendatang, Sahabat PLN ini nantinya akan diberi sebuah pin (atau penanda lain) yang disematkan di baju mereka. Dimana apabila masyarakat bertemu Sahabat PLN yang memakai PIN tersebut baik di atas angkutan, di mall di taman, mereka dapat bertanya mengenai masalah listrik seperti tarif, sambung baru, dsb. Melalui system seperti ini, Sahabat PLN tersebut tidak perlu mendatangi tempat-tempat tertentu untuk memberikan sosialisasi.

Social media juga digunakan dalam program Sahabat PLN ini. Nantinya, seluruh Sahabat PLN dapat memberikan informasi mengenai layanan PLN melalui Social Network Site seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan social media lainnya.

Program Sahabat PLN ini diharapkan dapat memberikan  informasi yang jelas dan tepat kepada masyarakat mengenai layanan PLN.  Kejelasan informasi dapat meminimalisir jumlah keluhan masyarakat terhadap PLN diakibatkan kesalahan informasi atau ketidaktahuan akan informasi. Dengan meningkatnya citra positif PLN di masyarakat akan berpengaru terhadap kualitas kinerja PLN.

Selain itu, manfaat program ini bagi Sahabat PLN adalah dapat memberikan pengalaman berharga bagi para Sahabat PLN. Selain itu dengan melibatkan langsung para pemuda dalam program ini, secara psikologis dapat meningkatkan rasa kebanggaan, kepercayaan diri pada Sahabat PLN. Kepercayaan diri itulah yang nantinya dapat mendorong motivasi para Pemuda untuk mengabdi kepada Negara dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekitar.

Terakhir, keberhasilan dari program ini bukan hanya tanggung jawab dari manajemen saja, namun kepedulian kita sebagai pegawai PLN terhadap program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja serta citra positif perusahaan juga diperlukan. Seluruh elemen baik internal dan eksternal merupakan kombinasi yang tepat bagi terwujudnya PLN sebagai perusahaan kelas dunia.

Diklat Social Media, Penting ga sih?

Pertama lihat fax penawaran diklat ini, sempat bertanya-tanya, apa yang akan diajarkan di dalamnya? tapi dikarenakan rasa penasaran yang besar akhirnya saya memberanikan diri untuk minta ikut diklat ini ke atasan. Sempet tanya ke salah satu teman, katanya diklat ini membosankan, entah dia melihat diklat ini membosankan dari sisi apa, saya tidak tahu.

Hari H pelaksanaan diklat ini pun datang, dan di luar perkiraan, ternyata peminat diklat ini sangat banyak. Tercatat 28 peserta dari berbagai unit yang ada di Jawa dan Bali. Instrukturnya pun luar biasa, masih sangat muda. Ini pertama kalinya saya diklat dengan instruktur yag masih muda.

Awalnya diklat ini membahas mengenai peran social media dalam kehidupan manusia, dimana peran itu semakin hari semakin besar pengaruhnya terhadapa manusia. Pembahasannya tidak jauh-jauh dari Facebook, Twitter, Blog, Youtube, dan teman-temannya yang rasanya sudah bukan barang asing dalah kehidupan kita.

Kehidupan saya yang sudah bergaul dengan social media semenjak SMA, (dimulai waktu itu saat booming-nya MIRC) awalnya merasa kalau diklat ini flat alias biasa saja, karena sebagian dari yang diajarkan disini insya Allah sudah menjadi bagian dari kehidupan saya saat ini. Tapi lama kelamaan saya menemukan manfaat bagus dari diklat ini, BLOG.

Blog, yah betul, Blog. Saya sudah memiliki blog sejak kuliah. Berawal dari blog pribadi di Friendster (yang akhirnya saya hapus tahun lalu) dan blog keroyokan bersama-sama teman yang membahas masalah karya ilmiah. Blog keroyokan tersebut sampai saat ini masih aktif, namun dikarenakan kesibukan para adminnya akhirnya terbengkalai selama beberapa bulan.

Diklat ini lah yag membangunkan saya dari tidur untuk segera mengaktifkan kembali blog yang sangat membantu pelajar-pelajar Indonesia ini untuk aktif dalam kegiatan science project. Terakhir saya mem-posting dalam blog ini adalah tahun 2011.  Sehingga bisa dikatakan diklat ini memberikan spirit saya untuk kembali berbagi.

Dalam hubungannya dengan kehidupan instansi tempat saya bekerja, diklat ini diperlukan karena seperti kita ketahui, the power of social media merupakan hal yang masih booming akhir-akhir ini. Mesti bisa dibilang Indonesia terlambat daripada negara-negara lain, namun bisalah kita mengejar ketertinggalan itu.

Melalui diklat ini, semoga para Brand Ambassador PT PLN (Persero) dapat lebih meningkatkan kualitas perusahaannya sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal dalam hal penyediaan listrik di negara ini. Seperti kita ketahui, majunya suatu negara dipengaruhi oleh seberapa besar kualitas listrik di negara tersebut.

Merdeka!!!!

Pemerintah, kapankah berpihak kepada pendidikan Indonesia?

Seperti kita ketahui selama ini, kualitas Pendidikan di indonesia tidaklah sebagus dengan kualitas pendidikan di negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Bolehlah pemerintah saat ini berbangga karena mereka telah menaikkan anggaran pendidikan dalam APBN. Namun tampaknya anggaran tersebut tidaklah berkorelasi dengan kualitas pendidikan di negara ini.

Selama ini kita ketahui bersama, banyak siswa Indonesia mendapatkan prestasi di luar negeri melalui berbagai ajang project olympiad. Sebut saja Dwiky Rendra, Deby Jannati, Rahmat Ananta, adalah 3 dari banyak pemuda Indonesia yang membawa nama harum nama bangsa di kancah internasional dengan mendapatkan medali emas, perak dan perunggu di ajang project olympiad yang diselenggarakan di beberapa negara seperti Turki, Azerbaijan dan Brazil.

Pertanyaannya, apakah pemerintah peduli dengan mereka? apakah ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap prestasi mereka?

Sepanjang penulis ketahui, beberapa di antara para pelajar yang membawa nama Indonesia di kancah internasional itu berjuang sendiri untuk dapat berangkat ke negara tempat berlangsungnya olimpiade. Permintaan bantuan dana kepada Pemerintah Daerah dan beberapa pihak pun tidak  mendapatkan hasil yang menggembirakan. Sehingga banyak dari para pelajar itu mengeluarkan dana dari kantong pribadi keluarga mereka dan beberapa pihak yang peduli. Bahkan yang paling memprihatinkan, seorang pelajar yang seharusnya mewakili Indonesia dalam ajang project olympiad di Belanda, batal berangkat karena terbentur masalah dana tersebut.

Apakah ketidakpedulian pemerintah tersebut akan terus berlanjut? Bagaimana pendidikan di Indonesia akan berkualitas? Semua itu tergantung kita sebagai rakyat Indonesia apakah peduli dengan masalah tersebut atau tidak.

Peran serta segenap rakyat Indonesia terhadap majunya kualitas pendidikan di indonesia diperlukan, guna mendorong dan mengingatkan Pemerintah negara ini untuk menjadikan pendidikan warganya sebagai salah satu aspek utama dalam membangun Bangsa yang kokoh. Merdeka!!!

@fajrialdevaran

Info OPSI 2011

Info tt OPSI, persyaratan serta Pendaftarannya, silahkan klik link di bawah ini:

http://siswapsma.org/apps/opsi2011/index.php

selemat mencoba :)

Poster OPSI 2011

LOMBA PENELITIAN ILMIAH REMAJA (LPIR) TINGKAT SMP 2011

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL

DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

LOMBA PENELITIAN ILMIAH REMAJA (LPIR)

TINGKAT SMP 2011

PENGERTIAN:

LOMBA PENELITIAN ILMIAH REMAJA (LPIR) adalah suatu kegiatan penelitian siswa yang diarahkan pada pengembangan IPTEK, ditulis dalam sebuah makalah ilmiah sebagai bahan penilaian dalam kompetisi untuk mendapatkan karya-karya inovatif dan ilmiah.

TEMA:

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN UNTUK MEMBANGUN MASYARAKAT YANG BERBASIS IPTEK

Sub tema:

menumbuhkembangkan kreativitas dan inivasi siswa dengan memanfaatkan sumber daya alam dan potensi lingkungan sekitarnya melalui penelitian ilmiah.

SIFAT DAN ISI TULISAN

1. KREATIF DAN OBYEKTIF

a. Berisi gagasan yang kreatif untuk mengatasi suatu permasalahan sederhana yang berkembang  di masyarakat.

b. Didukung oleh data/informasi yang dapat dipercaya.

c. Bersifat asli (bukan jiplakan) dan bukan duplikasi.

2. LOGIS DAN SISTEMATIS

a. Setiap langkah penulisan dirancang secara sistematis.

b. Pada dasarnya karya tulis memuat unsure-unsur identifikasi masalah, analisis sintesis, pembahasan dan kesimpulan, sedapat mungkin memuat saran-saran.

c. Isi tulisan dimungkinkan berdasarkan kajian pustaka dan/hasil dari perekayasaan dan rancang bangun

SYARAT DAN KETENTUAN LOMBA

  1. SYARAT PESERTA
    1. Berkewarganegaraan Indonesia
    2. Terdaftar dan aktif sebagai siswa SMP
    3. Dapat berkelompok 2-3 siswa atau perorangan
    4. Belum pernah mempresentasikan karya tulis yang sama pada lomba lain tingkat nasional
    5. Belum pernah menjadi juara satu pada bidang yang sama di LPIR SMP KEMENDIKNAS
  1. KETENTUAN LOMBA
    1. Lomba dibuka sejak diumumkan. Semua karya tulis dan karya cipta telah diterima oleh panitia selambat-lambatnya tanggal 31 Juli 2011
    2. Khusus bagi peserta kelompok yang menjadi finalis, hanya seorang yang berhak mewakili untuk mempresentasikan karyanya
    3. Peserta lomba wajib melampirkan daftar riwayat hidup yang diketahui kepala sekolah, dengan isi : nama sekolah dan alamatnya, nomor telepon yang dapat dihubungi
    4. Karya yang dikirim adalah satu eksemplar asli dan tiga rangkap fotokopiKarya tulis dikirim ke: PANITIA LPIR SMP TAHUN 2011, DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA, DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL, GEDUNG E, LANTAI 17, JL. JEND. SUDIRMAN, SENAYAN JAKARTA PUSAT 10270
    5. Finalis akan diundang ke Jakarta bulan Agustus 2011

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.