Diklat Social Media, Penting ga sih?

Pertama lihat fax penawaran diklat ini, sempat bertanya-tanya, apa yang akan diajarkan di dalamnya? tapi dikarenakan rasa penasaran yang besar akhirnya saya memberanikan diri untuk minta ikut diklat ini ke atasan. Sempet tanya ke salah satu teman, katanya diklat ini membosankan, entah dia melihat diklat ini membosankan dari sisi apa, saya tidak tahu.

Hari H pelaksanaan diklat ini pun datang, dan di luar perkiraan, ternyata peminat diklat ini sangat banyak. Tercatat 28 peserta dari berbagai unit yang ada di Jawa dan Bali. Instrukturnya pun luar biasa, masih sangat muda. Ini pertama kalinya saya diklat dengan instruktur yag masih muda.

Awalnya diklat ini membahas mengenai peran social media dalam kehidupan manusia, dimana peran itu semakin hari semakin besar pengaruhnya terhadapa manusia. Pembahasannya tidak jauh-jauh dari Facebook, Twitter, Blog, Youtube, dan teman-temannya yang rasanya sudah bukan barang asing dalah kehidupan kita.

Kehidupan saya yang sudah bergaul dengan social media semenjak SMA, (dimulai waktu itu saat booming-nya MIRC) awalnya merasa kalau diklat ini flat alias biasa saja, karena sebagian dari yang diajarkan disini insya Allah sudah menjadi bagian dari kehidupan saya saat ini. Tapi lama kelamaan saya menemukan manfaat bagus dari diklat ini, BLOG.

Blog, yah betul, Blog. Saya sudah memiliki blog sejak kuliah. Berawal dari blog pribadi di Friendster (yang akhirnya saya hapus tahun lalu) dan blog keroyokan bersama-sama teman yang membahas masalah karya ilmiah. Blog keroyokan tersebut sampai saat ini masih aktif, namun dikarenakan kesibukan para adminnya akhirnya terbengkalai selama beberapa bulan.

Diklat ini lah yag membangunkan saya dari tidur untuk segera mengaktifkan kembali blog yang sangat membantu pelajar-pelajar Indonesia ini untuk aktif dalam kegiatan science project. Terakhir saya mem-posting dalam blog ini adalah tahun 2011.  Sehingga bisa dikatakan diklat ini memberikan spirit saya untuk kembali berbagi.

Dalam hubungannya dengan kehidupan instansi tempat saya bekerja, diklat ini diperlukan karena seperti kita ketahui, the power of social media merupakan hal yang masih booming akhir-akhir ini. Mesti bisa dibilang Indonesia terlambat daripada negara-negara lain, namun bisalah kita mengejar ketertinggalan itu.

Melalui diklat ini, semoga para Brand Ambassador PT PLN (Persero) dapat lebih meningkatkan kualitas perusahaannya sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal dalam hal penyediaan listrik di negara ini. Seperti kita ketahui, majunya suatu negara dipengaruhi oleh seberapa besar kualitas listrik di negara tersebut.

Merdeka!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: